Ekonomi

Saat Google Akhirnya Bertekuk Lutut pada Indonesia #suruhgoogleaja

Share the knowledge

Menyelisik Kasus Pajak Yang Membelit Google di Indonesia - SEOBlogid SEOBlogid Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Menyelisik Kasus Pajak Yang Membelit Google di Indonesia – SEOBlogid SEOBlogid Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Perusahaan raksasa mesin pencari, Google, akhirnya bertekuk lutut pada kemauan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, yang gigih menagih pajak yang dikemplang mereka selama lima tahun.

Dilansir Idpelago, Indonesia telah mencapai penyelesaian pajak dengan Alphabet’s (perusahaan holding yang a.l. menaungi Google) untuk 2016, menyusul perselisihan selama sebulan karena tuduhan bahwa Google belum melakukan pembayaran pajak tahunan.

“Kami sudah memiliki kesepakatan dengan mereka berdasarkan 2016, tapi kami belum bisa mengungkapkan jumlahnya,” ujar Sri, Selasa (13/6).

Jika mengacu pada rencana 2016 tersebut, Indonesia berniat mengejar pajak Google selama lima tahun ke belakang. Untuk pajak tahun 2015 saja, mereka menunggak sebesar 400 juta dolar AS.

Postcomended   Presiden Aja Jalan-Jalan di Kuta, Yuk ke Bali

Sementara itu jika mengingat Google sudah terdaftar sebagai wajib pajak penanaman modal asing di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Tanah Abang, dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas nama Google Singapore Pte Ltd sejak 15 September 2011, maka asumsi pajak yang belum disetor Google ke pemerintah selama lima tahun adalah Rp 2,75 triliun.

Hasil menggembirakan ini tak lepas dari jurus Sri menggunakan Undang-Undang (UU) Perpajakan sebagai senjata untuk terus mengejar pajak Google.

Dikatakan Sri, pajak merupakan hak negara yang harus diberikan perusahaan yang beroperasi di Indonesia. Karenanya, kendati Google berkali-kali menolak diperiksa Ditjen Pajak, Sri mengaku takan memberi toleransi apapun pada Google.

Memungut pajak dari perusahaan-perusahaan yang memiliki bisnis berkaitan dengan internet, kata Sri, kini menjadi pekerjaan rumah di semua negara di dunia.

Postcomended   Saat Imlek dan Cap Go Meh, Bintan Diserbu 5000 Wisman Tiongkok

Kegigihan Sri mengejar pajak Google merupakan bagian dari upaya menutupi defisit anggaran, di samping melalui program pengampunan pajak.

Atas isu penunggakan pajak ini, Google Indonesia pernah menampik telah menghindari membayar pajak. Perusahaan ini menyatakan telah mengikuti ketentuan pemerintah Indonesia.

Head of Communication Google Indonesia, Jason Tedjasukmana, menegaskan, Google akan terus bekerjasama dengan pemerintah Indonesia, termasuk masalah perpajakan.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Jakarta Khusus Ditjen Pajak, Muhammad Hanif, pernah mengatakan tahun lalu bahwa hanya Inggris negara yang sukses menarik pajak dari Google. Kini, Indonesia boleh bangga berada di urutan kedua, di saat negara lain masih berjuang mengejar-ngejar Google.

Negara lain yang juga tengah mengejar pajak gugel antara lain adalah Italia, Prancis, Spanyol, dan Australia.. Good luck! ***(ra)

Postcomended   Gairahkan Asian Games, Kemenpar Dukung Sport Tourism Di Semarang


Share the knowledge
To Top