Ekonomi

Cina Bakal Buka Bandara Bintang Laut Raksasanya Seraya Peringati 70 Tahun Pemerintahan Komunis

Share the knowledge

Bandara raksasa yang akan segera menggantikan bandara Daxing Beijing ini berukuran 100 lapangan bola (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=NcCrnmE1HAA)

Bandara raksasa yang akan segera menggantikan bandara Daxing Beijing ini berukuran 100 lapangan bola (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=NcCrnmE1HAA)

Beijing akan membuka bandara bernilai miliaran dolar yang menyerupai bintang laut raksasa untuk mengakomodasi lalu lintas udara yang melonjak di Cina, sekaligus merayakan ulang tahun ke-70 pemerintah komunis yang berkuasa.

Kerja Bandara Internasional Daxing, Beijing, secara resmi berakhir sesuai jadwal pada Minggu (30/6/2019), AFP melaporkan. Beijing kini bersiap untuk peresmian bandara baru pada 30 September; bertepatan dengan malam peringatan berdirinya Republik Rakyat Cina pada 1 Oktober 1949 oleh Mao Zedong.

Perayaan acara itu akan diwarnai kedatangan Presiden Cina, Xi Jinping, yang akan meninjau parade militer besar-besaran melalui pusat Beijing, dengan pembukaan pusat futuristic yang merupakan perwujudan pas dari “mimpi Cina” yang telah dia tawarkan kepada sesama warganya.

Terletak 46 kilometer selatan alun-alun Tiananmen, bandara baru ini akan beroperasi dengan kapasitas penuh pada 2025, dengan empat landasan pacu dan berpotensi menerima 72 juta penumpang per tahun.

Postcomended   Mengintip Nasib Para "Mantan" Pengantin ISIS Remaja

Pasar Penerbangan Terbesar 
Pada 2040, bandara ini diperkirakan telah berkembang menjadi delapan landasan pacu termasuk satu untuk penggunaan militer, dan akan dapat menyambut 100 juta penumpang per tahun. Menurut desainernya, bandara ini akan menjadi terminal tunggal terbesar di dunia dalam hal kapasitas perjalanan.

Bandara Atlanta, di Amerika Serikat (AS), saat ini dapat menerima lebih dari seratus juta penumpang, tetapi melintasi dua terminal. Bandara Internasional Daxing saat ini –terbesar kedua di dunia– kapasitasnya sudah meluap, dengan lebih dari 100 juta penumpang setiap tahunnya.

Transportasi udara berkembang pesat di Cina karena standar kehidupan warganya meningkat seiring keinginan masyarakat untuk bepergian. Cina akan melewati AS untuk menjadi pasar penerbangan terbesar di dunia pada pertengahan 2020-an, menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional.

“Negara ini akan melihat 1,6 miliar perjalanan pesawat setiap tahun dari 2037; satu miliar lebih banyak daripada 2017,” organisasi memperkirakan. Ibukota Cina –dengan 21 juta penduduknya– mengharapkan untuk menyambut 170 juta penumpang pada tahun 2025, terbelah antara kedua bandara.

Postcomended   Wonder: Bocah Berhelm Astronot dan Ibu yang Dahsyat

Dirancang Arsitek Berdarah Iran Almarhum

Dengan luas 700.000 meter persegi –seukuran seratus lapangan sepak bola– struktur baru ini akan menjadi salah satu terminal bandara terbesar di dunia. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Anglo-Irak, Zaha Hadid, yang meninggal pada 2016, bersama dengan anak perusahaan teknik Aeroports de Paris.

Di bawah terminal terdapat stasiun kereta api dan jalur metro yang akan memungkinkan wisatawan mencapai pusat kota dalam 20 menit atau lebih. Proyek ini menelan biaya 17,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 240 triliun), atau 400 miliar dollar AS (lebih dari sekitar Rp 5.600 triliun)  jika termasuk jalur kereta api dan jalan.

Saluran televisi pemerintah, CCTV, melaporkan bahwa aliansi SkyTeam, yang meliputi Delta Air France dan KLM, akan pindah ke bandara baru Bersama dengan mitranya Eastern Airlines dan China Southern Airlines. Maskapai penerbangan Cina terbesar ketiga, Air China, diperkirakan akan terus menerbangkan sebagian besar penerbangannya dari Bandara Internasional Ibukota Beijing.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top